Bangun Datar : Penjelasan, Jenis, Sifat, dan Rumus

Bangun Datar – Hai sobat pintar kembali kami untuk share info ke kalian terutama untuk pelajar – siswi di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Karena info ini

menjadi dasar yang udah dipelajadi bahkan juga saat di kursi taman kanak-kanak ya guys. Dimulai dari mengenali nama dan bentuknya, ke tingkatan selanjutnya kita akan mengenali

lebih jauh mengenai pemahaman, karakter bahkan juga ke rumusnya. Dibanding umumnya basa-basi langsung kita ke pokok ulasannya lengenai bangun ruangan ini yakinkan kalian membacanya sampai habis.

Apa Itu Bangun Datar ?

Bangun datar sebagai salah satunya materi dasar yang didalami dalam matematika. Kesempatan ini kita akan ulas selengkapnya berkenaan ulasan yang disebutkan dengan shape dengan bahasa inggirs.

Istilah ini sebagai satu sektor datar yang terbatasi oleh garis-garis garis lengkung atau lempeng. Ataupun lebih persisnya satu bangun yang mempunyai sektor rata dan memiliki dua dimensi.

Yaitu lebar dan panjang tetapi tidak memiliki ketebalan atau tinggi. Dengan demikian, pemahaman secara singkat dari bangun datar ialah abstrak. memahami ya adik – adik sampai sini. hehe

bangun datar

Macam – Macamnya

Dalam pengetahuan matematika, ada 8 bentuk bangun datar yang bisa didalami yakni:

1. Persegi,
2. Persegi Panjang,
3. Segitiga,
4. Jajar Genjang,
5. Trapesium,
6. Belah Ketupat,
7. Layang-layang,
8. Lingkaran.

Rumus Bangun Datar

Berikut akan kami terangkan jenis atau tipe dari bangun datar dan karakternya. Lihat pembahasan berikut ini.

1. Persegi

Persegi ialah satu bangun datar 2 dimensi yang dibuat oleh 4 biji rusuk yang mempunyai ukuran sama panjang. Dan mempunyai 4 biji pojok siku – siku. Hingga kita bisa mengaitkan jika persegi mempunyai beberapa sisi yang serupa panjang, dan beberapa sudut yang serupa besar.

Karakter-sifat Persegi

– Semua seginya mempunyai panjang ukuran yang serupa dan seginya bertemu sejajar.
– Semua sudutnya ialah pojok siku-siku atau 90º.
– Mempunyai dua diagonal yang serupa panjang, berpotongan pas di tengah dan membuat pojok siku-siku.
– Diagonal persegi membagikan dua masing-masing sudutnya.
– Mempunyai empat sumbu simetri.

Rumus-Rumus Persegi

Karena terkait dengan penghitungan angka berikut sejumlah rumus penghitungan persegi :

Luas Persegi

L = s × s
L = (K/4)²
L = ½ × d²

Keliling

K = 4s

Diagonal

d = s × √2

Sisi

s = √L
s = K÷4
s = d÷√2

Info:

L = Luas
K = Keliling
s = Segi
d = diagonal

bangun datar dan rumusnya

2. Persegi Panjang

Persegi panjang meurpakan satu bangun datar 2 dimensi yang dibuat oleh 2 biji pasang rusuk yang panjang dan sejajar dan mempunyai 4 pojok siku-siku.

Karakter-sifat segi panjang

– Beberapa sisi yang bertemu mempunyai ukuran yang serupa sejajar dan panjang.
– Semua sudutnya sebagai pojok siku-siku.
– Memiliki dua diagonal yang serupa panjang dan sama-sama berpotongan di titik pusat bangun persegi panjang. Titik itu ialah membagikan dua diagonal sama ukuran sama panjang.
– Memiliki 2 buah sumbu simetri yakni sumbu vertikal dan sumbu horizontal.

Rumus-Rumus Persegi Panjang

Luas

L = p × l

Keliling

K = 2 (p + l)

Diagonal

d = √(p² + l²)

Panjang

p = L ÷ l
p = K ÷ 2 – l
p = √ (d² – l²)
Lebar l = L ÷ p
l = K ÷ 2 – p
l = √(d² – p²)

Info:

L = Luas
K = Keliling
p = Panjang
l = Lebar
d = Diagonal

3. Segitiga

Segitiga sebagai satu bangun datar 2 dimensi yang dibuat oleh 3 biji segi yang berbentuk garis lempeng dan mempunyai 3 biji sudut. Hingga bangun datar yang tercipta dari 3 garis lempeng dikatakan sebagai segitiga.

Karakter-Sifat Segitiga

– Pada bangun segitiga, ke-3 sudutnya bila dijumlahkan mempunyai besar 180º.
– Karakter Segitiga memiliki 3 segi dan 3 titik sudut.

Rumus-Rumus Segitiga

Luas

L = ½ × a × t
L = √(s × (s-a) × (s-b)× (s-c))

Keliling

K = a+b+c
K = Jumlah Semua Segi

Alas

a = 2L ÷ t

Tinggi

t = 2L ÷ a

Info :

L = Luas
K = Keliling
s = ½ Keliling
a = alas segitiga
t = tinggi segitiga
b = segi segitiga
c = segi segitiga

4. Jajar genjang

Pemahaman dari jajar genjang sendiri sebagai satu bangun datar 2 dimensi yang dibuat atas 2 biji pasang rusuk yang serupa panjang. Dan mempunyai dua pasang pojok yang serupa besar, yaitu pojok pojok pijakl dan lancip.

Karakter-Sifat Jajar genjang

– Tidak mempunyai simetri lipat.
– Mempunyai simetri putar tingkat dua.
– Beberapa sudut yang bertemu mempunyai ukuran yang serupa besar.
– Mempunyai 4 segi dan 4 segi sudut.
– Diagonal jajar genjang berbeda panjang.
– Mempunyai 2 Pasang Segi yang sejajar dan sama panjang.
– Mempunyai 2 biji pojok pijakl dan 2 biji pojok lancip.

Rumus-Rumus Jajar genjang

Luas

L = a × t

Keliling

K = 2 (a + b)

Segi Alas

a = (K/2) – b
a = L/t

Tinggi

t = L/a

Segi Miring

b = (K/2) – a

Info

L = Luas
K = Keliling
a = segi alas
t = tinggi
b = segi miring

5. Trapesium

Trapesium sendiri sebagai satu bangun datar 2 dimensi yang dibuat dari 4 biji rusuk. 2 rusuk salah satunya sama-sama sejajar tetapi panjang nya tidak sama.

Tetapi ada pula trapesium yang rusuk ke-3 nya membuat pojok tegak lempeng pada rusuk – rusuk sejajar. Trapesium yang mempunyai segi tegak umum diketahui dengan panggilan trapesium siku – siku.

Karakter-sifat Trapesium

– Trapesium terhitung bangun datar yang terbagi dalam 4 segi (quadrilateral).
– Mempunyai 2 segi sejajar tetapi berbeda panjang.
– Mempunyai 4 titik sudut.
– Pada bagun datar trapesium minimal mempunyai 1 titik pojok pijakl.
– Mempunyai 1 simetri putar.

Rumus-Rumus Trapesium

Luas : L = ½ × (a+b) × t

Keliling : K = a + b + c + d

Tinggi : t = 2L / (a+b)

Segi A : a = 2L / t – b
a = K – b – c – d
Segi B : b = 2L / t – a
b = K – a – c – d
Segi C : c = K – a -b – d
Segi D : d = K – a – b – c

Info

L = Luas
K = Keliling
t = tinggi
a = segi a
b = segi b
c = segi c
d = segi d

6. Layang – layang

Layang-layang sebagai satu bangun datar 2 dimensi yang dibuat oleh 2 pasang segi yang serupa panjang, yang diagonalnya berpotongan dan sama-sama tegak lempeng.

Atau bila disaksikan dari pemikiran lain, layang-layang sebagai bangun datar yang dibuat oleh dua segitiga sama kaki yang alasnya sama-sama berimpit.

Karakter Layang-layang

– Layang-layang terhitung bangun datar dengan 4 segi (quadrilateral).
– Mempunyai 2 pasangan segi yang serupa panjang dan membuat pojok yang berbeda.
– Pasangan 1 sebagai segi a dan b, membuat pojok ∠ABC.
– Pasangan 2 sebagai segi c dan d, membuat pojok ∠ADC.
– Mempunyai sepasang pojok yang sama-sama bertemu yang serupa besar.
– Pojok ∠BAD dan ∠BCD sama-sama bertemu dan mempunyai besar yang sama.
– Mempunyai 2 diagonal sama yang panjang nya berbeda.
– Diagonal layang-layang sama-sama tegak lempeng (90º).
– Diagonal paling panjang sebagai sumbu simetri layang-layang.
– Layang-layang cuma memiliki 1 sumbu simetri.

Rumus Layang-layang

Luas : L = ½ × d1 × d2

Diagonal 1 : d1 = 2L / d2
Diagonal 2 : d2 = 2L / d1

Keliling : K = 2 × (a+b)

Segi Pendek : a = K/2 – b
Segi Panjang : b = K/2 – a

Info

L = Luas
K = Keliling
d1 = Diagonal 1
d2 = Diagonal 2
a = segi pendek
b = segi panjang

7. Belah Ketupat

Iris Ketupat ialah bangun datar 2 dimensi yang dibuat oleh 4 biji segi yang serupa panjang. Dan mempunyai 2 pasang pojok yang serupa besar. Dengan bahasa inggris, iris ketupat dikatakan sebagai rhombus.

Karakter Bris Ketupat

– Ke-4 seginya sama panjang.
– Mempunyai 2 diagonal yang sama-sama tegak lempeng.
– Diagonal 1 (d1) dan diagonal 2 (d2) pada iris ketupat sama-sama tegak lempeng membuat pojok siku-siku (90°).
– Pojok yang sama-sama bertemu sama besar.
– Pada iris ketupat pojok yang bertemu mempunyai besar yang sama.
– Jumlah ke-4 sudutnya 360º.
– Mempunyai 2 sumbu simetri yakni pas pada diagonalnya.
– Mempunyai Simetri Putar tingkat 2.
– Mempunyai 4 biji segi dan 4 titik sudut.

Rumus Iris Ketupat

Luas : L = ½ × d1 × d2

Diagonal 1 : d1 = 2L / d2
Diagonal 2 : d2 = 2L / d1

Keliling : K = 4s

Segi : s = K/4
s = √((½d1)² + (½d2)²)

Info

L = Luas
K = Keliling
d1 = Diagonal 1
d2 = Diagonal 2
s = segi

8. Lingkaran

Lingkaran ialah bangun datar dua dimensi tercipta wujud oleh himpunan semua titik yang memiliki jarak sama dari satu titik masih tetap (pusat lingkaran).

Pusat lingkaran (P): Titik masih tetap yang ada pas di tengah lingkaran dikatakan sebagai pusat lingkaran.
Jari-jari (r): jarak di antara titik pusat lingkaran dengan titik lainnya dikatakan sebagai jari-jari lingkaran.
Garis lengkung: Himpunan semua titik yang membuat garis lengkung sebagai keliling lingkaran.
Diameter (d): garis yang diambil oleh dari 2 titik pada garis lengkung dan melalui titik pusat dikatakan sebagai diameter (d). Diameter lingkaran mempunyai panjang 2 × r.
phi (π): nilai perbedaan di antara keliling dan diameter lingkaran selalu stabil yaitu 3,14159 (dibulatkan jadi 3,14) atau 22/7. Nilai ini didapat dari Keliling ÷ Diameter = phi.

Karakter-Sifat Lingkaran

– Mempunyai simetri putar tidak terhingga.
– Mempunyai simetri lipat dan sumbunya yang tidak terhingga.
– Lingkaran tidak mempunyai titik sudut.
– Terbagi dalam sebuah sisi.

Rumus Lingkaran

Luas : L = π × r × r
L = ¼ × π × d × d

Keliling : K = π × d
K = π × 2r

phi : π = 22/7
π = 3,14

Jari-jari : r = d/2
Diameter : d = 2r

Info

L = Luas
K = Keliling
π = 22/7 atau 3,14
r = jari-jari
d = diameter

Nach sobat pintar semua tersebut barusan dasar materi berkenaan bangun datar yang sukses kami rincikan untuk kalian. Terima kasih atas suportnya sejauh ini mudah-mudahan sukses terus buat kita semua.