Sejarah BPUPKI : Tujuan, Anggota, Tugas, dan Hasil Sidang

Sejarah BPUPKI – Hai sobat pintar, kembali bersama kami platform online yang membahas tentang ilmu pendidikan secara lengkap dan luas. Di edisi kali ini kita akan mengupas tuntas tentang

BPUPKI mulai dari bagaimana sejarah pembentukannya dan apa – apa saja yang melatar belakanginya. Tentunya kalian masih ingat kalau ini merupakan materi pembahasan ilmu sejara di bangku

sekolah dasar, tetapi biasanya baru dijelaskan secara umum atau garis besarnya saja. Tapi kalau adik – adik sekalian atau para orang tua tertarik untuk mengetahuinya lebih jauh langsung

saja baca artikel ini sampai habis karena kami sudah menyajikan ulasan paling lengkap untuk membuka dan menambah wawasan kalian semua para pembaca setia di manapun berada.

sejarah bpupki

Uraian Lengkap Mengenai BPUPKI

Gambaran Sejarah Berdirinya BPUPKI

BPUPKI adalah Suatu badan yang di buat pada saat pendudukan Jepang oleh pemerintah pada tanggal 1 Maret 1945 atau 29 April 1945. Pemerintah membentuk badan ini karena beberapa alasan untuk

membantu dan mendukung kemerdekaan Indonesia kepada pendudukan Jepang dengan sebuah perjanjian antara dua negara tersebut dengan dipimpin oleh Radjiman Wedyoodingrat dan beserta wakilnya Ichibangase Yoshio.

Pada tanggal 7 Agustus 1945, pihak jepang membubarkan BPUPKI dan diganti dengan lembaga lain yang diketaui oleh Presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno dan serta wakilnya Drs. M. Hatta dengan nama PPKI beserta jumlah anggota di PPKI 21 orang.

Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia adalah sebuah badan yang dibentuk oleh pemerintah pendudukan balatentara Jepang pada tanggal 1 Maret 1945 bertepatan dengan hari ulang tahun Kaisar Hirohito.

Badan ini dibentuk sebagai upaya mendapatkan dukungan dari bangsa Indonesia dengan menjanjikan bahwa Jepang akan membantu proses kemerdekaan Indonesia. BPUPKI beranggotakan 62 orang yang

diketuai oleh Dr. Kanjeng Raden Tumenggung (K.R.T.) Radjiman Wedyodiningrat dengan wakil ketua Ichibangase Yosio (orang Jepang) dan Raden Pandji Soeroso. Di luar anggota BPUPKI,

sejarah bpupki secara singkat

dibentuk sebuah Badan Tata Usaha (semacam sekretariat) yang beranggotakan 60 orang. Badan Tata Usaha ini dipimpin oleh Raden Pandji Soeroso dengan wakil Mr. Abdoel Gafar Pringgodigdo dan Masuda Toyohiko (orang Jepang).

Tugas dari BPUPKI sendiri adalah mempelajari dan menyelidiki hal-hal yang berkaitan dengan aspek-aspek politik, ekonomi, tata pemerintahan, dan hal-hal yang diperlukan dalam usaha pembentukan negara Indonesia merdeka.

Anggota Yang Ada Didalamnya

Dalam anggota BPUPKI meliputi beberapa tokoh dari Indonesia maupun dari Jepang untuk dapat berjalan lancar dengan baik. Berikut anggota BPUPKI antara lain sebagai berikut:

1. Radjiman Wedyodiningrat (Ketua), Indonesia
2. R.P. Soeroso (Wakil Ketua)
3. Ichibangse Yoshio (Wakil Ketua), Jepang
4. Ir. Soekarno
5. Drs. Moh. Hatta
6. Mr. Muhammad Yamin
7. Abdoel Kahar Muzakir
8. Prof. Dr. Mr. Soepomo
9. KH. Wachid Hasyim
10. Mr. Achmad Soebardjo
11. Mr. A.A. Maramis
12. Prof. Dr. P.A.A. Hoesein Djajadiningrat
13. Abikoesno Tjokrosoejo
14. R.A.A. Poerbonegoro Soemitro Kolopaking
15. K.H. Ahmad Sanusi
16. K.H. Abdul Salim
17. H. Agoes Salim
18. Ki Bagoes Hadikusumo
19. Abdoel Kaffar
20. A.R. Baswedan
21. Soekiman
22. Oey Tjong Hauw
23. Yap Tjwan Bing
24. Liem Koen Hian
25. Tang Eng Hoa
26. Oey Tiang Tjoe

Tugas dan Tujuan Terbentuknya

1. Tugas BPUPKI

Tugas BPUPKI dalam kemerdekaan Indonesia ialah membentuk negara Indonesia dari berbagai aspek antara lain ekonomi, politik dan sebagainya. Berikut uraiannya :

Membahas tentang dasar negara
Membentuk revisi hasil dari sidang pertama
Membentuk panitia kecil dengan beranggota 9 orang
Pada sidang pertama yang beranggota 9 orang tersebut menghasilkan rumusan disebut dengan Piagam Jakarta

2. Tujuan BPUPKI

Ada dua hal yang digadang – gadang sebagai tujuan dari terbentuknya organisasi ini ialah sebagai berikut :

Jepang ingin mengambil hati rakyat Indonesia guna membantu Jepang menghadapi pihak sekutu dengan memberikan kemerdekaan Indonesia.

Untuk membntuk negara Indonesia merdeka atau mempersiapkan pemerintahan Indonesia.

Hasil Dari Sidang BPUPKI

1. Sidang Pertama BPUPKI

Keanggotaan badan ini dilantik pada tanggal 28 Mei 1945 dan mengadakan sidang pertama pada tanggal 29 Mei 1945 samapi 1 Juni 1945. Pada sidang pertama ada dua tokoh dari Indonesia

yakni Bung Karno dan M. Yamin mengemukakan pendapat untuk mengusulkan sila dasar negara Indonesia. Pertama mengemukakan M. Yamin pendapat mengenai 5 sila dasar negara secara lisan, antara lain:

Peri Kebangsaan
Peri Kemanusian
Peri Ketuhanan
Peri Kerakyatan
Kesejahteraan Rakyat

Pendapat kedua dari M. Yamin juga mengemukakan 5 hal pendapat secara tertulis, berbunyi sebagai berikut:

Ketuhanan yang Maha Esa
Persatuan Indonesia
Rasa Kemanusian yang Adil dan Beradab
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan atau perwakilan

Usulan pendapat dari M. Yamin diajukan pada tanggal 29 Mei 1945, kemudian pada tanggal 1 Juni 1945, Bung Karno mengajukan pendapat tentang sila dasar negara yang terdiri dari 5 hal, sebagai berikut:

Nasionalime (Kebangsaan Indonesia)
Internasionalisme (Perikemanusiaan)
Mufakat atau Demokrasi
Kesejahteraan Sosial
Ketuhanan yang Berkebudayaan

Kelima ini oleh Bung Karno diberi nama Pancasila. Selanjutnya Bung Karno mengusulkan bahwa 5 sila tersebut dibagi menjadi 3 sila, yakni:

Sosio nasionalime
Sosio demokrasi
Ketuhanan

Berikutnya 3 hal ini menurutnya juga dapat dibagi menjadi 4 sila yakni Gotong Royong.

Setelah sidang pertama BPUPKI telah usai, para anggota BPUPKI memutuskan untuk membentuk sidang revisi, karena pada sidang pertama para anggota masih kurang dengan hasil sidang pertama tersebut, maka pada tangga; 1 Juni 1945 sepakat untuk merevisi sidang pertama dengan beranggota terdiri 9 orang, antara lain sebagai berikut:

Ir. Soekarno
Drs. M. Hatta
M. Yamin
Abdul Kahar Muzakkir
H. Agus Salim
Abikusno Tjokrosujoso
K.H. Wachid Hasjim
A.A Maramis
Ahmad Subardjo

Panitia yang beranggota 9 orang tersebut melanjutkan sidang dan berhasil merumuskan “Piagam Jakarta yang bertujuan untuk pembentukan Indonesia Merdeka. Isi rumusan tersebut antara lain sebagai berikut:

Ketuhanan yang maha esa
Kemanusiaan yang adil dan beradab
Persatuan Indonesia
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

2. Sidang Kedua BPUPKI

Pada tanggal 10-16 Juli 1945, sidang kedua berlangsung untuk membahas tentang dasar negara, perancangan undang-undang, wilayah dan sebagainya. Pada tanggal 14 Juli 1945 disiapan sidang kedua BPUPKI untuk merancang laporan hasil sidang tersebut. Laporan tersebut berisi 3 hasil, antara lain sebagai berikut:

Pernyataan Indonesia Merdeka
Pembukaan UUD
Batang Tubuh dari UUD

Nah sobat pintar dan adik – adik semua, bagaimana penjelasan mengenai sejarah bpupki yang berhasil kami rangkumkan ini ? semoga informasi ini bisa menjawab segala bentuk pertanyaan kalian yah.

Terus baca artikel lainnya karena kami selalu akan memberikan update informasi tentang dunia pendidikan karena membaca adalah jendela dunia terimakasih dan sukses untuk kalian.

Kategori SD