Siklus Karbon : Pengertian, Sumber dan Prosesnya

Siklus Karbon – Hai sobat pintar, pasti kalian sudah tidak asing dengan nama salah satu zat kimia Karbon. Tapi apasih itu sebenarnya dan bagaimana bentuknya sehingga proses silkusnya seperti apa.

Di artikel ini kita akan menjelaskan mengenai proses terbentunya karbon dan bagaimana reaksinya sehingga bisa menjadi bermanfaat. pada tubuh manusia unsur karbon menyusun sekitar 18%.

Selain itu, aktivitas makhluk hidup juga membutuhkan karbon dalam berbagai bentuk, di antaranya pada proses respirasi, makan, fotosintesis, transportasi dan banyak aktivitas lainnya.

Proses perpindahan karbon dalam berbagai proses tersebut disebut dengan siklus. Siklus pada karbon yang berlangsung cepat disebut dengan siklus pendek, sementara siklus karbon yang berlangsung dalam rentang waktu yang lama dan melalui proses geologis disebut dengan siklus panjang.

siklus karbon

Pengertian Siklus Karbon

Siklus karbon ialah transisi biogeokimia di mana karbon dipertukarkan di antara biosfer, geosfer, hidrosfer, dan atmosfer Bumi (object astronomis yang lain bisa saja mempunyai transisi karbon yang hampir serupa walau sampai sekarang belum dijumpai).

Dalam transisi ini ada empat reservoir karbon khusus yang disambungkan oleh lajur transisi. Reservoir-reservoir itu ialah atmosfer, biosfer teresterial yang umumnya terhitung juga freshwater sistem

dan material non-hayati organik seperti karbon tanah (soil carbon), lautan (terhitung karbon anorganik larut dan biota laut hayati dan non-hayati), dan sedimen (terhitung bahan bakar fosil).

Sumber Karbon

Karbon di atmosfer

Sisi paling besar dari karbon yang ada di atmosfer Bumi ialah gas karbon dioksida (CO2). Walau jumlah gas ini sebagai sisi yang paling kecil dari semua gas yang berada di atmosfer (cuma sekitaran 0,04% dalam pangkalan molar, walau mengalami kenaikan), tetapi dia mempunyai peranan yang perlu dalam menyangga kehidupan.

Gas-gas yang lain memiliki kandungan karbon di atmosfer ialah metan dan kloroflorokarbon atau CFC (CFC ini sebagai gas artifisial atau bikinan). Gas-gas itu ialah gas rumah kaca yang fokusnya di atmosfer sudah semakin bertambah dalam dasawarsa paling akhir ini, dan berperanan dalam pemanasan global.

Karbon di biosfer

Sekitaran 1900 gigaton karbon berada di dalam biosfer. Karbon ialah sisi yang perlu di kehidupan di Bumi. Dia mempunyai peranan yang perlu dalam susunan, biokimia, dan gizi kesemua sel makhluk hidup. Dan kehidupan mempunyai peran yang perlu dalam transisi karbon:

1. Autotroph ialah organisme yang hasilkan senyawa organiknya sendiri dengan memakai karbon dioksida yang dari udara dan air disekitaran tempat mereka hidup. Untuk hasilkan senyawa organik itu mereka memerlukan sumber energi dari luar. Hampir semua autotroph memakai radiasi matahari untuk penuhi keperluan energi itu, dan proses produksi ini dikatakan sebagai fotosintesis. Sejumlah kecil autotroph manfaatkan sumber energi disebutkan kemosintesis, dan kimia. Autotroph yang paling penting dalam transisi karbon ialah pohon-pohonan di rimba dan dataran dan fitoplankton di laut. Fotosintesis mempunyai reaksi 6CO2 + 6H2O → C6H12O6 + 6O2

2. Karbon dipindah dalam biosfer sebagai makanan heterotrof pada organisme lain atau bagiannya (seperti buah-buahan). Terhitung didalamnya pendayagunaan material organik yang mati (detritus) oleh jamur dan bakteri untuk penguraian atau peragian.

3. Mayoritas karbon tinggalkan biosfer lewat respirasi atau pernafasan. Saat ada oksigen, respirasi aerobik terjadi, yang melepas karbon dioksida ke udara atau air disekelilingnya dengan reaksi C6H12O6 + 6O2 → 6CO2 + 6H2O. Pada kondisi tanpa oksigen, respirasi anaerobik lah yang terjadi, yang melepas metan ke lingkungan sekelilingnya yang pada akhirnya beralih ke hidrosfer atau atmosfer.

4. Pembakaran biomassa (seperti kebakaran rimba, kayu yang dipakai untuk tungku penghangat atau kayu bakar, dll.) dapat mengalihkan karbon ke atmosfer dengan jumlah yang banyak.

5. Karbon dapat beralih dari bisofer saat bahan organik yang mati bersatu dengan geosfer (seperti gambut). Cangkang binatang dari kalsium karbonat sebagai batu gamping lewat proses sedimentasi.

6. Bekasnya, yakni transisi karbon di laut dalam, masih didalami. Sebagai contoh, penemuan terkini jika rumah larvacean mucus (umum diketahui sebagai “sinkers”) dibikin dengan jumlah besar yang mana sanggup bawa banyak karbon ke laut dalam sama seperti yang teridentifikasi oleh jebakan sedimen Diarsipkan 2007-09-27 di Wayback Machine. Karena ukuran dan kompisisinya, rumah ini jarang-jarang terikut dalam jebakan sedimen, hingga mayoritas analitis biokimia lakukan kekeliruan dengan mengabaikannya.

Karbon di laut

Laut memiliki kandungan sekitaran 36.000 gigaton karbon, di mana mayoritas berbentuk ion bikarbonat. Karbon anorganik, yakni senyawa karbon tanpa ikatan karbon-karbon atau karbon-hidrogen,

ialah penting dalam reaksinya dalam air. Transisi karbon ini jadi penting dalam mengatur pH di laut dan dapat berbeda untuk sumber (source) atau lubuk (sink) karbon.

Karbon siap untuk sama-sama dipertukarkan di antara lautan dan atmosfer. Pada wilayah upwelling, karbon dilepaskan ke atmosfer. Kebalikannya, pada wilayah downwelling karbon (CO2) beralih dari atmosfer ke lautan. Di saat CO2 masuk lautan, asam karbonat tercipta:

CO2 + H2O ⇌ H2CO3

Reaksi ini mempunyai karakter dua arah, capai sebuah kesetimbangan kimia. Reaksi yang lain yang perlu dalam mengatur nilai pH lautan ialah pelepasan ion bikarbonat dan hidrogen. Reaksi ini mengatur peralihan yang besar pada pH:

H2CO3 ⇌ H+ + HCO3−

Proses Yang Terjadi / Transisinya

Siklus Pendek

Proses fotosintesis, pembangunan humus, peralihan karbon pada udara dan laut berperanan dalam transisi karbon pendek (Berner, 2003). Tumbuhan dan fitoplankton sebagai elemen khusus yang berperanan dalam transisi karbon pendek.

Tumbuhan dan fitoplankton mempernyerap karbon dioksida di atmosfer untuk berfotosintesis membuat oksigen dan karbohidrat. Tumbuhan manfaatkan gula yang dibuat untuk hasilkan energi pada proses pertumbuhan.

Disamping itu, hewan dan manusia makan tumbuhan dan fitoplankton untuk memperoleh energi dari gula yang ada dalam ke-2 nya. Seterusnya, tumbuhan dan plankton yang mati akan alami penguraian,

hingga karbon tergerai membuat humus atau pengendapan karbonat di laut. Hewan dan manusia lakukan proses respirasi, di mana pada proses itu ke-2 nya membutuhkan oksigen dan

selanjutnya melepas karbon dioksida ke atmosfer. Karbon dioksida di atmosfer nanti akan digunakan oleh tumbuhan dan fitoplankton dan sebagainya membuat satu transisi.

siklus karbon pendek

Siklus Panjang

Pada transisi panjang, karbon beralih dalam bermacam-macam dari bebatuan, tanah, laut dan atmosfer dalam kurun waktu 100-200 juta tahun. Peralihan karbon dari atmosfer ke atas bumi terjadi

satu diantaranya lewat proses pengeroposan bebatuan. Bebatuan yang terkuak ke atas seterusnya bereaksi dengan beragam gas di atmosfer, satu diantaranya gas karbon dioksida.

Kesamaan 1 memperlihatkan reaksi kimia mineral silikat dengan karbon dioksida dan membuat senyawa yang lain yang memiliki kandungan karbon (Berner, 2003). Reaksi itu sebagai reaksi bolak balik,

yang mana reaksi kanan ke kiri memvisualisasikan proses lepasnya karbon dioksida ke atmosfer atau ke laut di proses penumpukan atau dekomposisi termal terumbu karang atau karbonat.

Material organik itu bisa menimbun membuat pengendapan gambut atau membuat sedimen lainnya. Penumpukan yang tetap berjalan bisa mengubah senyawa organik jadi senyawa kerogen berbentuk minyak,

gas atau batubara. Sementara dari reaksi kanan ke kiri memvisualisasikan proses pengeroposan pada material organik yang terkuak ke atas atau proses dekomposisi termal material organik.

reaksi kimia yang terjadi di proses pembakaran energi fosil, di manakah dari reaksi itu dijumpai jika proses pembakaran energi fosil hasilkan pelepasan karbon dioksida ke atmosfer.

Emisi karbon dari dalam bumi ke atmosfer dapat dikarenakan oleh kejadian alami, satu diantaranya yakni kegiatan vulkanisme, yang mana gas karbon dioksida terhitung gas yang lumayan banyak dikeluarkan pada

Nah itulah tadi ulasan mengenai siklus karbon yang terjadi di alam semesta yang penting kita ketahui. Terus membaca artikel yang kami sajikan karena kami akan selalu menyampaikannya dengan menarik.