Tolak Peluru : Pengertian, Sejarah, Gaya, Teknik, dan Peraturan

Tolak Peluru – Hai sobat pintar semua, pasti kalian suka olah raga dong ya karena bermanfaat sekali untuk menjaga kesehatan tubuh kita. Ada banyak jenis olah raga yang bisa dilakukan dengan fungsi

dan tekhnik yang berbeda-beda tentunya. Ada sepak bola, lompat tinggi, lari sprint, lari estafet dan salah salah satu yang akan kita bahas disini tentang tolak peluru. Tolak secara umum

kita kenal dengan menghindar atau menolak peluru biasanya digunakan untuk pistol. hehe tapi bukan itu guys yang dimaksud dengan olah raga yang satu ini. Dari pada kalian bingung

menerka-nerka langsung saja kita baca artikel yang telah kami rangkumkan mulai dari artinya, sejarah terbentuknya dan bagaimana gaya serta tekhnik serta peraturan yang ada di olah raga tersebut.

tolak peluru

Ulasan Lengkap Mengenai Tolak Peluru

Pengertian

Tolak peluru atau shot put bisa dikatakan sebagai salah satu olahraga yang bertujuan untuk melemparkan bola logam sejauh mungkin. Hanya saja, olahraga ini tidak benar-benar melakukan gerakan melempar. Maka dari itu, cabang olah raga ini sangat berbeda dengan olahraga atletik lempar lainnya.

Shot put merupakan suatu cabang olahraga yang melakukan suatu tolakan dengan menggunakan tenaga semaksimal mungkin untuk mendapatkan jarak tolakan yang jauh. Dengan mengandalkan gerakan tolakan atau dorongan terhadap bola logam dengan bobot tertentu. Selain itu, gerakannya hanya boleh menggunakan kekuatan dari salah satu tangan saja.

Penilaian pada olah raga ini berdasarkan jarak antara pelempar dengan bola atau pelurunya. Semakin jauh bola logam yang dilempar, maka poin yang diperoleh semakin besar.

3 teknik tolak peluru

Sejarah Singkat

Olahraga shot put kali pertama kali dimainkan pada masa masyarakat Yunani Kuno. Pada saat itu, masyarakat Yunani Kuno memanfaatkan batu sebagai salah satu alat untuk berolahraga, yakni dengan cara melemparkannya.

Dalam perkembangannya atau lebih tepatnya pada abad pertengahan, sekelompok tentara perang memiliki kebiasaan untuk melemparkan bola meriam. Kebiasaan itu yang pada akhirnya disebut sebagai cikal bakal kelahiran olahraga tolak peluru sampai populer sekarang ini.

Cabang olah raga ini mulai dimainkan dengan bentuk yang modern pada sekitar abad ke-19. Pada saat itu, Highlands Games Skotlandia menyelenggarakan lomba lempar batu atau logam berat.

Para peserta akan saling melemparkan bola untuk mendapatkan jarak terjauh. Selanjutnya, pemenang akan ditentukan berdasarkan seberapa jauh jarak lemparan dengan posisi asli pelempar atau di belakang garis.

Gaya dan Tekhnik

1. Gaya Ortodoks

Gaya melempar dalam cabang olahraga shot put yang biasa digunakan untuk seorang pemula adalah gaya ortodoks. Hal ini dikarenakan gaya ortodoks tidak terlalu membutuhkan banyak gerakan.

Sebagai gaya yang paling sederhana dan paling mudah, gaya ortodoks sangat cocok untuk seseorang yang ingin belajar atau berkenalan dengan olahraga yang satu ini.

Oleh sebab itu, tak heran apabila para atlet profesional jarang menggunakan gaya ortodoks. Pelempar dapat melakukan tolakan dengan cara memosisikan tubuh menyamping dari area pendaratan. Selanjutnya, pelempar dapat meletakkan bola logam antara kepala dan bahu untuk kemudian dilakukan tolakan.

2. Gaya O’brien

Selanjutnya ada Gaya O’brien merupakan gaya melempar shot put yang paling sering digunakan atlet profesional. Gaya O’brien sendiri digunakan pertama kali oleh seorang atlet yang berasal dari negara Amerika Serikat bernama Parry O’brien.

Gaya ini sendiri biasa dikenal juga dengan gaya glide atau meluncur, tetapi sekarang lebih populer sebagai gaya O’brien. Dalam cabang olahraga shot put, gaya O’Brien dilakukan dengan cara membelakangi arah tolakan

Pada saat menggunakan gaya O’brien, seorang atlet atau pelempar harus memiliki posisi membelakangi area pendaratan. Kemudian, atlet tersebut akan melakukan gerakan setengah putaran atau 180 derajat terlebih dahulu sebelum melakukan tolakan terhadap bola logam. Hal ini menjadikan pada saat persiapan, pelempar akan menghadap ke belakang sebelum kemudian berbalik ke depan.

3. Gaya Spin

Selanjutnya ada gaya yang juga sering digunakan dalam cabang olahraga ini adalah gaya spin atau gaya berputar. Gaya ini kali pertama diperkenalkan oleh Aleksandr Baryshnikov, seorang atlet shot put yang berasal dari Rusia.

Meskipun tidak sepopuler gaya O’brien, tetapi teknik ini juga sering digunakan atlet profesional pada saat berlomba resmi olahraga shot put. Perlu diketahui, gaya spin membutuhkan keterampilan tinggi.

Hal ini dikarenakan seorang atlet harus melakukan putaran hingga 360 derajat dalam kecepatan tinggi terlebih dahulu sebelum melempar bola logam ke depan. Maka dari itu, gerakan ini memiliki tujuan untuk menghasilkan momentum sehingga dapat membuahkan jarak tolakan terjauh.

Dalam suatu olahraga tidak pernah bisa dilepaskan dari yang namanya peran pelatih. Dengan pelatih, maka atlet mendapatkan arahan dan bimbingan, sehingga bisa memenangkan perlombaan olahraga.

Peraturan Permainannya

Penentuan pemenang dalam cabang olahraga shot put ditentukan berdasarkan jarak tolakan yang mampu dicapai. Seorang atlet yang berhasil mendapatkan jarak tolakan terjauh berhak menjadi pemenang pertandingan atau perlombaan.

Dalam sebuah kompetisi resmi shot put, atlet umumnya akan mendapatkan kesempatan melakukan tolakan sebanyak empat hingga enam kali. Apabila terdapat hasil imbang atau seri, maka para atlet akan diberikan kesempatan sekali lagi untuk menentukan pemenangnya.

Selain peraturan permainan dalam menentukan pemenang cabang olahraga ini, ada juga beberapa peraturan lain yang perlu diperhatikan pada saat mengikuti kompetisi resmi , antara lain:

1. Seorang atlet atau pelempar harus bersiap setelah namanya diumumkan. Para atlet hanya diberikan waktu 60 detik untuk memulai gerakan.

2. Agar memenuhi tujuan keamanan, atlet harus memakai taping pada jari tangan tetapi tidak diperbolehkan mengenakan sarung tangan.

3. Bola logam dapat diletakan di dekat leher sepanjang gerakan. Apabila bola logam terlepas dan tidak menempel dekat leher selama melakukan gerakan, maka hasil tolakan dapat dianggap tidak sah.

4. Gerakan tolak peluru hanya boleh menggunakan satu tangan dan tembakan harus berada di atas ketinggian bahu.

5. Seorang atlet bisa memakai seluruh lingkaran, tetapi bagian kaki tidak diperbolehkan melakukan gerakan keluar lingkaran atau menapak pada papan penghenti di daerah depan lingkaran.

6. Tolakan dianggap sah apabila bola logam mendarat pada sektor pendaratan dengan sudut 34,92 derajat. Wasit atau juri akan melakukan penghitungan titik pendaratan pertama bola logam.

7. Seorang atlet tidak bolehkan meninggalkan lingkaran sebelum bola logam atau lemparan mendarat di sektor pendaratan, serta hanya boleh meninggalkan lingkaran dari belakang.

Sobat pintar itulah tadi ulasan lengkap mengenai tolak peluru, penting untuk kita pelajari terlebih bagi kalian yang menyukai salah satu cabang olah raga ini karena bukan tidak mungkin

kalian bisa menjadi allet profesional hingga ke kejuaraan tingkat Internasional. Terus baca artikel yang kami sajikan karena kami akan selalu berbagi informasi penting buat kalian baca.